my weekend notes

Friday, 22 September 2017

Kenapa DPLK?


Karena Keluarga Berencana nggak cuma urusan mau punya berapa anak. Jadi pertama terima gaji, saya langsung berhitung kira-kira sanggup ga nyekolahin anak saya kalo dia pengen jadi dokter. Tarik napas panjaaaang. Dari pekerjaan saya sekarang, gaji bulanan udah dipotong langsung untuk pensiun. Tapi kira-kira sanggup nggak pensiunan saya meng-cover biaya hidup dan biaya pendidikan anak(-anak) di tahun 20xx?

Sebelum mengenal ragam produk investasi (seperti pernah saya ceritakan di sini), nggak banyak varian produk simpanan yang saya tahu. Berdasar hasil riset kecil-kecilan bertemulah dengan program dana pensiun, lengkapnya Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dengan pertimbangan:
- disediakan oleh bank yang mudah saya akses;
- setoran pertama dan iurannya sangat ringan (mulai 50ribu saja);
- bisa autodebet dari rekening gaji;
Sudah sekian tahun saya ikut DPLK dari dua bank. Rencananya, satu produk untuk ancang-ancang Akbar kuliah. Satu produk buat  persiapan mantu xixixi... Tujuan akhir fleksibel sih ya, intinya sih mengamankan aset dan nilai gitu aja deh. Bayangkan 50ribu di dompet bagaimana cepatnya melayang tak tentu arah. Meski nggak "seagresif" dan semenarik produk investasi lainnya, saya tetap setia.

Segitu dulu ya sharing-nya, semoga bermanfaat :).

Tuesday, 14 March 2017

Ke Cimory on The Valley - Bawen
Weekend kemarin kami main ke Cimory on The Valley di Bawen, Kabupaten Semarang. Kami tiba  setelah dzuhur dalam kondisi hujan super deras. Agak was-was soal parkir karena di pintu masuk, mobil-mobil sudah berjejalan. Tapi ternyata, parkir mobil berada di bagian bawah yang masih luas membentang. Ya sudahlah kalau pun nggak bisa jalan-jalan di Cimory Farm and Ranch-nya yang penting bisa makan siang.
Duh ya, Cimory di saat weekend itu ramai betul. Untung masih kebagian kursi di restoran. Langsung deh kami pesan, sambil nunggu saya ajak Akbar main ke Chocomory (toko produk coklat Cimory) yang ada di bagian atas restoran.  Ditata apik dengan produk-produk coklat yang lengkap mulai dari coklat batangan, coklat rice krispies, dan lain sebagainya dijual mulai harga Rp 7500,- , cukup affordable lah buat oleh-oleh. Kalau oleh-oleh serba susu (dan yoghurt) ada di area depan. Sama cakepnya kaya Chocomory, kumplit juga. Dijamin kalap deh!

Belanjaan saya, nyesel kenapa nggak beli lebih banyak karena enak semua.

Selesai belanja, kami balik ke restoran dan pesanan kami sudah siap. Menunya kebanyakan western style, namun ada beberapa menu Indonesia. Tapi mumpung di Cimory kami pesan olahan daging dari Kanzler (bangsa sosis2 gitu) yang kayanya salah satu brand partnernya Cimory. Rata-rata harganya 30ribuan. Menurut saya worth the money karena rasanya enak dan porsinya mengenyangnkan.


Ring Sausages, cuma ini yang sempet kefoto. Keburu laper.

Alhamdulillah, selesai makan hujan di luar sana mereda. Kami lanjut beli tiket masuk Cimory Farm, yaitu mini zoo dengan anggota keluarga sapi, rusa, kelinci, kalkun, kura-kura, ikan, dan iguana. Disini tiket masuk kita tukarkan dengan yoghurt Cimory, lalu kita bisa beli wortel 10ribu untuk kasih makan kelinci, rusa, dan sapi.

Selesai berkeliling Cimory Farm, kami lanjutkan perjalanan pulang. Tempat ini bener-bener asyik untuk wisata keluarga, tempatnya bersih, makanan enak, keluarga bisa dapat pengalaman seru, dan ada toko souvenir yang komplet. Will be back very soon, insya Allah!.

Jl. Raya Soekarno Hatta KM. 30, Bergas, Jatijajar, Bergas, Semarang, Jawa Tengah 50552, Indonesia
(024) 6921818
Open hours 8am - 9pm

Tuesday, 28 February 2017

Short Review: Dae Jang Geum Resto - Jogja
Tteokpoki. Dulu pernah jajan tteokpoki di Magelang dan nggak terlalu mengesankan. Tapi, tteokpoki di Dae Jang Geum benar-benar enyak. Teksturnya, rasanya, mantap!

Nggak tahu apa nama Korea-nya, ini dada ayam fillet digoreng tepung. Rasanya cenderung anyep tapi sausnya enak, pedes manis kaya saya.

Gimana? laper nggak lihat foto-foto diatas? Saya iya, jadi pengen balik kesana lagi karena makanannya enak semua, dan nagih banget. Suami saya nantang "Menunya terserah, tapi porsinya yang banyak biar malam ga usah makan lagi." And he get what he wished for, porsinya gede-gede. Sampe nggak sanggup buat menghabiskan Dolsot Bibimbap (yang sayang disayang nggak kefoto). Ini beberapa menu yang kami pesan kemarin (dan sempet diabadikan), nggak banyak karena cuma berdua (bertiga sih sama Akbar tapi dia lagi nggak pengen makan). Harga makanannya wajar, nggak terlalu mahal (rata-rata 30/40 ribu) tapi nggak bagus juga buat dompet kalo keseringan.

Soal tempat, arsitekturnya Korea banget terutama gerbang masuknya yang very instagramable. Bisa sewa hanbok (pakaian tradisional Korea) kalo kepengen foto-foto, dan ada minimarket yang menjual snack-snack Korea. Definitely will be back here soon, ngajak pasukan ah biar bisa pesen macem-macem :).

Dae Jang Geum Resto
Jalan Palagan Tentara Pelajar KM. 8,5,
Donoharjo Ngaglik, Sleman, Sariharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581
(10am-10pm)
Ayam Panggang Bumbu Bacem

Ayam Panggang Bumbu Bacem

Bahan:
1/2kg paha ayam
Air
Margarin untuk mengoles

Bumbu dihaluskan:
3 siung bawang putih
3 siung bawang merah
1/2sdt ketumbar
Gula merah (sesuai selera)

Cara Membuat:
Haluskan bumbu, rebus dengan ayam dan air. Ungkep ayam hingga bumbu meresap.
Taruh baceman ayam diatas loyang yang sudah dioles margarin. 
Olesi margarin dibagian atasnya agar lebih mengkilat.
- Oven 15-20 menit. Sajikan.

Donat Kentang

Saya habis jalan-jalan ke Cilacap dan beli sekotak Donat Kentang yang enak banget. Jadi penasaran pengen bikin sendiri. Bermodal jempol, ketemulah resep donat kentang ini dari instagram...maaf tapi lupa darimana sumbernya. Hasilnya enak dan lembutnya awet seharian. 

Donat Kentang
Bahan:
500 gram tepung terigu protein tinggi (misal: Cakra Kembar)
200 gram kentang, kukus, haluskan, dinginkan
11 gram ragi instan (Fermipan)
5 sdm gula (atau sesuai selera)
75 gram margarin
100 ml air
1 sdm susu bubuk
1/2 sdt garam (saya nggak pake)
Gula halus atau bahan lain untuk topping

Cara Membuat:
- Campur terigu, ragi, susu, dan gula. Tambahkan margarin dan telur, uleni hingga kalis.
- Diamkan hingga mengembang.
- Kempiskan lalu bentuk bulat-bulat atau seperti donat.
- Goreng dalam minyak banyak yang hangat sampai kekuningan.
- Dinginkan di suhu ruang, beri gula bubuk atau topping sesuai selera.

Catatan: air dan susu bubuk saya ganti dengan susu UHT rasa vanila.

Thursday, 19 January 2017

Mengurus Paspor (Anak) di Kantor Imigrasi Yogyakarta
Straight to the point ya... Saya mau berbagi cerita tentang proses pengurusan paspor untuk saya dan anak saya di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Yogyakarta. Saya memilih mendaftar secara online lewat situs imigrasi.go.id. Ikuti langkah-langkah pembuatannya, setor biaya lewat bank mitra Kanim lalu SIMPAN bukti pembayaran. Setelah itu sign in lagi untuk memilih hari pengambilan foto dan wawancara.

BAGAIMANA MENUJU KE KANIM YOGYAKARTA DARI MAGELANG?
Cara termudah untuk menuju Kanim Yogyakarta dari Magelang dengan naik kendaraan umum adalah dengan naik bis Damri Shuttle Bandara yang poolnya ada di Hotel Wisata (Jalan Jenderal Sudirman). Turun saja di pool Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta, lalu jalan kaki menuju kantor imigrasi. Deket kok, sekitar 300 meter. Kalau bingung arahnya, jangan segan bertanya sama petugas Damri atau petugas bandara. Pasti dibantu. Untuk pulang menuju Magelang, naik Damri lagi dengan rute sebaliknya. Gampang kan!

APA YANG HARUS DILAKUKAN
Pada hari pengambilan foto dan wawancara, pastikan datang berpakaian rapi dan tidak berwarna putih. Bawa dokumen yang dibutuhkan, difotokopi ukuran A4. Di resepsionis kita akan diberi checklist kelengkapan dokumen yang sayangnya BEDA dari persyaratan yang tercantum di website. Untuk kasus saya, di website tercantum salah satu syarat yaitu KTP ayah ATAU ibu. Pada kenyataannya, dibutuhkan KTP ayah DAN ibu. Nah, gimana kalau Ibu atau Ayah mengurus sendiri dan ndilalah nggak bawa KTP pasangan?.
Bukan salah saya dong kalau kita mengacu pada website, kan itu juga berdasar Undang-Undang. Nah, saya capture aturan itu lalu saya tunjukkan ke petugas. Sebagai solusi, saya diminta menunjukkan foto KTP suami lewat whatsapp sekaligus diminta mencetaknya. Untunglah saya punya fotokopi KTP suami, so it is clear ya.


paspor

Loket dibuka sejak pukul 07.30, dan biasanya antrian sudah mengular. Jadi sebaiknya datang sebelum jam 07.30, terutama untuk yang walk in.

Datang ke meja resepsionis, nanti petugas akan menanyakan daftar online atau walk in. Meski sudah mendaftar online kita tetap harus mengisi formulir pendaftaran yang sudah disediakan (GRATIS). Isi formulir dengan tinta hitam dan huruf balok. Biar nggak ribet, bawa bolpen hitam dari rumah ya.
Untuk paspor anak 0-18 tahun, kita juga harus mengisi surat pernyataan orang tua yang disediakan di resepsionis. Tempel dengan materai 6 ribu (dijual di koperasi yang ada di area parkir), lalu jadikan satu dengan dokumen lainnya.

Setelah foto dan wawancara, kita akan dapat surat pengambilan paspor lengkap dengan tanggalnya. Kalau pas tanggal itu kita nggak bisa ambil, ada toleransi 30 hari. Diusahakan untuk mengambil sendiri paspor kita, karena perlu tanda tangan di buku paspor kita (kecuali untuk anak-anak nggak perlu tanda tangan lagi).

TIPS
- Proses antri menunggu giliran foto biasanya cukup lama. Karena tempat tunggu yang terbatas, siapkan saja stamina siapa tahu harus berdiri cukup lama. Mengajak balita, jangan lupa dengan logistik seperti sncak, makanan, dan minuman juga mainan biar anak-anak nggak bosan menunggu. Ada area bermain dan akuarium sih, tapi nggak bertahan lama buat anak saya.
- Penting nih, buat yang bawa mobil sendiri. Area parkir Kanim Yogyakarta terbatas, so parkir saja di area bandara karena lebih luas dan jaraknya cukup dekat.
Semoga bermanfaat ya :).

@templatesyard