Rabu, 23 Januari 2013

Kotak Obatnya Akbar


Minggu lalu Akbar demam dan pilek, saya pantas jadi kambing hitam soalnya saya lah orang pertama di rumah yang demam dan pilek akibat kehujanan sepulang kerja (dua hari berturut-turut). Alhamdulillah Akbar sudah sehat lagi sekarang. Ada "ajaran" tidak tertulis dalam masyarakat Jawa, katanya kalau anak demam atau terkena penyakit ringan lainnya, itu tanda si kecil akan "mundhak akale" alias bertambah kepintarannya. Percaya nggak percaya…setelah demam dua hari berturut-turut dibarengi dengan rewel tiap malam, Akbar mengucapkan kata-kata pertamanya "mememe…", "miiiih…", dan "bababa…". Seneng deh :)

Bicara tentang si kecil yang sakit saya mau berbagi tentang isi kotak obatnya Akbar (So far.  Akbar sekarang hampir 8 bulan) ah… Bayi seperti dia memang belum (boleh) sering-sering berurusan dengan obat-obatan ya. Untuk penanganan ringan berdasar pengalaman saya sendiri, benda-benda ini harus ada di kotak obatnya Akbar.
Termometer. Bayi kecil apalagi yang sedang dalam tahap imunisasi sering banget demam. Ibu wajib punya termometer untuk memantau suhu si kecil. Ada banyak jenis termometer di pasaran, ada yang model konvensional yang dikempit di ketiak itu, ada juga yang berbentuk empeng khusus untuk bayi, ada yang imut-imut berhias boneka, dan ada yang disposable alias hanya beberapa kali pakai trus dibuang. Punya saya yang konvensional saja, harganya cuma 29rb sudah bonus batere enam biji! So far tidak mengecewakan, dan aman selama sesuai penggunaan.
Parasetamol. Obat turun panas yang kata Bu Bidan wajib punya kalau sewaktu-waktu bayi kita demam (selama ini seringnya demam setelah imunisasi DPT). Ada berbagai merk di pasaran seperti Sanmol, Itamol, dan mol mol yang lain. Tapi Akbar cocok dengan merk Itamol (kebetulan dikasih Bu Bidan langganan), dia akan minum obat tanpa protes. Kalau pakai merk lain, Akbar kadang muntah karena rasanya yang asing meski sudah dicampur air putih biar tidak terlalu kental. Harganya terjangkau, hanya beberapa belas ribu saja. Cara pemberiannya: sesuai dosis ya, biasa saya campur dengan air putih dan saya minumkan pelan-pelan pakai sendok.
Pure Kids Dekongestan. Digunakan saat bayi dan anak pilek. Caranya diteteskan di bantal atau sapu tangan untuk melegakan hidung si kecil yang buntet. Untuk anak yang sudah agak besar, bisa juga dipakai ala aroma terapi, ditetes di air hangat agar uapnya bisa dihirup oleh anak. 
Pure Baby Rash Cream. Krim untuk ruam popok atau ruam lain pada bayi. Saat Akbar berumur beberapa minggu, Kabar sempat terkena ruam popok, dan alhamdulillah cocok.
Caladine lotion. Berguna saat si kecil biang keringat. Jarang dipakai karena Akbar hampir tidak pernah kena biang keringat (mungkin karena hawa Magelang yang sejuk ya), sekali kena biang keringat ya pas Magelang lagi panas-panasnya itu.
Albothyl. Sudah tahu kan ya obat ini manjur untuk sariawan dan luka-luka lainnya. Saat Akbar sariawan sekitar umur 5 bulan saya pakai obat ini. Aman kok untuk bayi, tapi cara pakainya hanya beberapa tetes saja lalu dicampur air matang (tahu sendiri kan rasa obat ini kaya gimana?), ambil cotton bud celupkan. Dioles saat bayi tidur. Botol paling kecil harganya 20-25ribuan.
GOM. Ini juga untuk sariawan. Saya tahu obat ini dari forum ibu-ibu di internet. Cocok buat bayi karena rasanya manis. Harganya murah cuma 3ribuan :D. Dan yang pasti manjur! Cara pakainya: tetes di cotton bud lalu oleskan pada sariawan.
Kompres turun panas tempel, macam Bye bye Fever dan Kool Fever. Praktis dan aman untuk bayi. Kadang saya nggak pakai semua tu selembar, saya sesuaikan dengan ukuran lapangan kening Akbar. Harganya: untuk bayi 5ribuan, untuk anak-anak 9 ribuan (selembar)

Ban Leng, si minyak "ajaib"
Ban Leng. Minyak obat Cina. Minyak obat ini sebenarnya untuk segala penyakit, bisa dioles untuk mengobati gatal digigit serangga sampai herpes. Bisa juga diminum untuk mengobati batuk (belum pernah nyoba). Akbar pernah sekali terkena herpes (semacam digigit tomcat gitu) disekitar mata pas umur 6 bulan. Dioles Banleng saat tidur, besoknya langsung kering dan tak berbekas sampe sekarang. Alhamdulillah. Harganya 14 ribu, untuk ukuran berapa mililiter tepatnya saya lupa, biasanya dijual di apotik atau toko obat. Cara pakai: dioles tipis di daerah yang luka.
Aloe Propolis by High Dessert. Salep cokelat pekat ini manjur untuk luka-luka terbuka, terbakar, atau memar. Salep ini andalan di rumah untuk yang tua-tua juga, komposisinya alami perpaduan lidah buaya dan propolis dari lebah. Manjur juga untuk mengempeskan jerawat, hehehe…Harga retail 97ribu (bentar lagi naik 15% katanya), saya beli di stokis HD Magelang. Cara pemakaian: dioles ke bagian luka tipis-tipis.
Sedot ingus. Lubang hidung Akbar yang kecil mungil ini kalau lagi pilek parah harus disedot keluar. Duh, gak kebayang kalo disedot pakai mulut kita yang pasti banyak kumannya (yukh). Pakai sedot ingus ini lebih aman dan lebih tuntas. Kalau Akbar gumoh hebat sampai keluar air susu dari hidung, saya juga pakai ini. Punya saya merk Lynea harganya 20ribuan.
So far, itu isi kotak obat Akbar. Selama ini aman untuk Akbar, yang terbaik minta saran dokter atau bidan dulu yak? :) Sebagai orang tua tentu tidak ada yang mengharapkan anaknya sakit, tapi kita harus jaga-jaga in case of emergency ya to?. Semoga bermanfaat :)

2 komentar:

Steven mengatakan...

Soal banleng... pernah baca disuatu situs minyak ini tidak boleh ditelan... tp ada beberapa penjual yg mengatakan bisa diminum... yg bener mana sih?

Tyas Wardoyo mengatakan...

Salam kenal Mas Steven...suami pas batuk dulu pernah minum banleng, dan alhamdulillah baik-baik aja. Malah baru tau kalo ada yang ngelarang. Kalo saya sendiri sih belum pernah minum karna ga kuat aromanya hehehe...:)